Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS


PeNa  MiRACLe…

karya: sarah muthi'ah widad

    Tiada hari tanpa pena biru mekanikku,bisa dibilang itulah diriku.
Hay teman-teman,kenalkan namaku Al-Maira Syifa Muqaffa. Orang-orang memanggilku Ira. ayah dan ibuku memberi  nama disalah satu nama lengkapku Muqaffa karna mereka ingin aku seperti Ibnu Muqaffa. Beliau adalah pengarang Arab berkebangsaan Persia. Beliau salah satu tokoh dibidang bahasa dan sastra pada masa dinasti Abbasiyah. Banyak sekali karya-karya yang telah beliau buat salah satunya adalah “Kalilah Wa Dimnah” (yang tumpul dan yang keras).
Sekarang aku duduk di  kelas 2 MTs. Suri Tauladan,murid-murid sering memanggil singkatannya   MTs.SN Sekolah menginginkan agar siswa   menjadi manusia yang berguna bagi Bangsa,Agama. Aku senang sekali bisa sekolah di sana. Penuh dengan suasana alam. Jadi,lewat suasana sekolah itu inspirasi aku tergambar luas. Wish..
   Hobbiku membuat karya seni,seperti menggambar,membuat puisi,cerpen,ngarang lagu,tapi kalau ngarang lagu sedikit sich,,,gak sehebat Mely Goeslaw yang udah nyiptain banyak lagu yang keren-keren.(hehehe..). menjadi tauladan yang dimiliki sang Sempurna nabi Muhammad.Saw
Saking senengnya buat cerpen,banyak banget cerpen yang aku buat di rumah. Kalau di pikir-pikir,sayang  juga sih..bikin tapi gak dikembangin. Semenjak itu aku berniat untuk mencoba  pertama kalinya mengirim sebuah cerpen kesalah satu penerbit buku. Aku tunggu-tunggu sekian lamanya hasil karyaku belum juga terbit. Rasa kecewa pasti ada,tapi aku gak boleh putus asa! Aku harus terus untuk membuat karya terbaikku.
   Sekarang,aku coba lagi ngarang cerpen untuk kukirim,tapi kali ini aku mencoba ke majalah yang dimiliki sekolah. Sekolah SNpunya..(maksudnya punya Suri Tauladan gitoo) itu kerren banget,punya majalah sendiri. Jadi,selain kita sekolah mencari ilmu,juga bisa ngembangin bakat. Ya…itung-itung bisa ngasah kemampuan.
***
Malam-malam,sekitar jam delapan malem setelah shalat Isya,aku mulai berjuang,menggoreskan penaku di atas kertas bergaris yang bisa dibialang sudah terkumpul dua puluh cerpen buatanku.    “Subhanallah……sudah malam,besok aku harus sekolah,takut kesiangan,tidur dulu ah,biar aku lanjut besok di sekolah.”
   Sebelum sayup-sayup azan berkumandang,aku sudah menyiapakan diri untuk shalat subuh dengan berdo’a dan tilawah Qur’an. Aku berdo’a agar cerpenku nanti bisa tebit di buku kesayanganku,Dar  Mizan
   Tepat pukul 06:30 pagi,aku izin ayah ibu untuk pergi ke sekolah. Di perjalanan hati ini serasa gundah tak tahu firasat apa yang sedang aku rasakan.
   Di sekolah,saat aku sampai gerbang,sudah terlihat Rina,satu-satunya sahabatku tersenyum dan menyapaku dengan salam dan menjulurkan tangan.
“Assalamu’alaikum..sahabatku..”sapa Rina dengan manis
“Wa’alaikumsalam”jawabku mengulurkan tangan menerima tangn Rina.
“Kita mau langsung ke kelas?”ajakku pada Rina
“kemon,let’s go..!”jawab Rina antusias.
   Sesampainya di kelas,pemandangan  pertama yang aku lihat muka masamnya Fiola cs. Saat aku mengalihkan  pemandanganku ke tempat  dimana kau duduk,terlihat Bilal berada di samping mejaku,aku berjalan perlahan menghampiri tempat duduku.
“BIilal,ada apa kamu disini? Gak biasanya!”tanyaku pada Bilal.
Bilal hanya terdiam,mukanya mengangkat sedikit dan matanya melotot. Huh,langung aku pejamkan mata langsung segera duduk,ketika aku duduk. Gubrak”aaaww…aduh..sakit!!” di dalam hati aku bertanya. Apakah firasat yang tidak enak tadi karna aka nada kejadian ini? Entahlah,ya Allah...
“Bilal….!!” Rasanya hatiku memanas ketika aku terjatuh karna Bilal menarik bangkunya saat aku duduk. Teriakanku pertama kalinya aku lontarkan pada Bilal,karna selama ini aku tak pernah berbuat apa-apa bila dia menjahiliku.
“La taghdob,Ira..!!” teriakan Rani sahabatku yang menahan emosi dan nafsuku pada Bilal.
“Astaghfirullah..”  istighfar untuk memohon maaf  dan perlindunagan pada Allah dari hawa nafsu.
   Tak lupa ke sekolah aku membawa buku catatanku yang berisi cerpen-cerpen. Pada istirahat tiba,aku melanjutkan menulis cerpenku yang semalam aku buat.
“Ehmm…Ira,kamu sedang sibuk?” tak biasanya Fiola menyapaku dengan ramah.
“o.o.o…gaak,ko,ada apa ya? Tumben!” Jawabku gugup sekaligus heran.
“boleh aku dduk?”pinta Fiola.
“Boleh,boleh,silahakan…”ku persilahkan Fiola duduk,aku bergeser sedikit ke sebelah kiri. Melihat aku duduk bersamaan Fiola,Rani menatap kami berdua,pandangan matanya yang menurutku memendang tidak percaya,karna Fiola itu…bisa dibilang musuh bubuyutan aku dan Rina.
“Rina,ayo kesini,gabung sama kita!”kata Fiola sambil melambaikan tangannya pada Rina.
Tanpa basa-basi,Rina menghampiri kami yang sedang asyik membicarakan masalah  yang terjadi antara Fiola dan teman-tema satu geng.
“kalian mau ke kantin gak?”Tanya Fiola padaku dan Rina
“boleh,boleh”jawabku dan Rina bersamaan.
Ku rapikan buku,dan penaku,dan ku masukkan ke dalam tas.
   Di kantin,terlihat teman-teman geng Fiola lari,entah kemana tujuan mereka.
Bel memotong acara makan kami di kantin,pelajaran akan segera mulau kembali.
   Di kelas,sudah terlihat bu Hafni guru Matematika.
“Assalamu’alaikum”ucap ami serempak,Rani mengetuk pintu.
“Wa’alaikumsalam…”jawab bu Hafni
Langsung kami segera masuk ketempat  duduk masing-masing.
Ku keluarkan buku Matematikaku dan tempat pinsilku yang terbuat dari kain,saat kubuka,tidak terlihat sibiru,penaku yang selama empat tahun menemani perjuanganku di sekolah dan membuat cerpen.
“lho,kemana penaku?”kataku kebingungan.
Ku obrak-abrik tasku,tanpa ada hasil apapun.
“Sabilah,kamu liat penaku yang berwarna biru,yang sering aku pake ga?”tanyaku pada Sabilah teman sebangku.
“tidak…”jawab Sabilah.
   Saatku tengok kearah samping kanan,aku liat penaku dipakai Fiola.
“Sabilah,liat deh,itukan penaku,kenapa ada di Fiola ya?” tanyaku pada Sabilah,merasa jengkel.
“O’iya…itukan mirip banget kaya yang punya kamu,o’ya,tadi aku lihat Bilal ke tempat meja kita,terus tingkah laku dia kaya yang mencurigakan gitu..tapi aku gak tau deh kenapa!”jawab Sabilah.
   Huh,aku bingung harus bagaimana,kalau benar Fiola yang mengambil penaku,apa artinya dia baik saat istirahat kepadaku dan Rani? Hanya taktik?!
   “net….net…net..”suara bel pulang berbunyi. Siap untuk berdo’a mengakhiri pertemuan kali ini.
“Fiola,tunggu!!”panggilku pada Fiola.
“ada apa? ‘’jawab Fiola
“aku mau nanya sesuatu,tapi ini aku Cuma nanya ya..”sebenarnya aku takut menanyakan ini pada Fiola.
“ya,ada apa?”
“kamu punya pena yang warna biru?”
“gak,tadi aku minjem dari Bilal,memang kenapa?”
“kamu jangan bohong,tadi aku liat sendiri kamu pake pena aku!’’ kataku dengan folume suara yang ditinggikan, aku berlari secepat mungkin
   Jadi benar kata Sabillah,sepertinya yang mengambil penaku itu Bilal,dia bekerja sama dengan Fiola. Tapi bagaiman aku bisa bicara dengan dia,sedangkan bertemu dengan dia saja  udah ada rasa takut. Tapi aku gak bisa kehilangan pena kesayanganku. Aku harus berbuat apa?
  Di perjalanan menuju rumah,aku hanya memikirkan pena biraiuku,di sunyinya siang dan panasnya terik matahari,aku berjalan kaki menuju rumah,kulihat pohon yang rindang dan besar,kusempatkan berteduh di bawah pohon rindang. Bersandar di bawah pohon,yang mengeluarkan udara rasanya hatiku agak tenang…. Tak lama aku melihat Fiola berjalan kearahku. Pandanganku beralih melihat kanan-kiri.
“Ira,kamu sedang apa disini?”Tanya Fiola.
“mau apa kamu kesini?,kamu jangan pura-pura baik deh sama aku! Aku gak butuh kebaikan bohong kamu !”jawabku lantang. Aku tidak terima penaku hilang, dan waktu aku lihat ternyata penaku berada ditangan Fiola
“kenapa kamu gitu? Kamu masih gak percaya          kalau aku bukan pelakunya?”
“aku gak butuh penjelasan dari kamu,sekarang kamu pergi,pergi!!”
   Fiola pergi meninggalakanku. Air mataku menetas perlahan,aku berlari dengan sekencang mungkin menuju rumah.
“gubrak..”kayu yang dibuat untuk pintu aku buka dengan sekeras mungkin.
“Ira,kamu gak sopan!,datang langsung marah-marah,gak salam pula,kamu kenapa?”kata kakau.
Tak panjang lebar aku langsung pergi ke kamar. Ku lepas jilbabku,ku baringkan badan yang tidak berdaya dikasur.
   Hm..kita ulang kisah tahun lalu. Dulu memang Fiola CS lebih-lebih memperlakukan aku. Udah kaya musuh bubuyutan dech. Sering rok sekolah kotor. Di meja disempin tanah cairlah,lemlah,coklat melelehlah,lah lah lah..pokoknya nyebelin.
  “dret,dret.dret,dret”getaran hand phoneku. Kuterima dan kubuka sms. Terlihat sms itu dari Fioal
aku akan berusaha untuk membuktikan kalau bukan aku yang salah,besok di sekolah,aku akn bicara dengan Bilal..”
“Fiola,dia bener-bener nekat! Udah aku bilang gak usah ngejelasin,dia malah sms!” kataku dalam hati. “dret..dret…dret..dret…”getaran hpku bunyi lagi,langusng kubuka.
Ira,yakin sama aku..bukan aku yang ngambil pena kamu… aku tulus berbuat baik sama kamu dan temanmu Rina,karna aku ingin berteman dengan kalian. Aku udah cape berteman untuk kejahatan. Besok pasti akan aku ambil pena kamu dari Bilal.” Pesan singkat yang di berikan pada Fiola.
   Pagi-pagi sekali aku sudah terbangun dari peristirahatanku semalam. Aku berencana untuk pura-pura sakit agar diperbolehkan tidak sekolah dan menjauh dari masalah hanya tentang penaku yang hilang,padahal…sebenarnya aku tidak ikhlas,dan sedih kalau sibiru penaku hilang!.
“Ira sayang…bangun nak..kamu sudah shalat subuh?cepat bangun,nanti kamu kesiyangan buat sekolah.” Terdengar suara ibuku memanggilku sambil mengetuk pintu.
“Aku sudah shalat,bu…”jawabku lemas
Ibu membuka pintu kamar,lalu menghampiriku.
“kamu sakit nak ? ’’tanya ibu melihat aku masih ditutupi selimut.
‘’iya bu,kepala aku pusing bannget…kayanya hari ini aku tidak sekolah.. ! ibu mau tolongin Ira kan,bikin surat izin ke sekolah ?,nanti Ira sms Rani biar dia yang ngambil suratnya. ‘’ pintaku pada ibu.
  Ibu,maaf aku harus  bohong sama ibu,karna aku bingung harus berbuat apa ? aku janji bu,kali ini saja..
’’Assalamu’alaikum.. ‘’terdengar suara Rani dari kamar.
‘’Wa’alaikumsalam ,Rani silahkan masuk… ‘’kata ibuku mempersilahkan Rani untuk masuk.
‘’Ibu,maaf denger-denger Ira sakit dia sakit apa ?’’
‘’katanya sih dia pusing.. palingan nanti siang ibu mau ajak di ke dokter,’’
’’yasudah,bu…saya pamit dulu,mau sekolah,salam aja buat Ira,semoga cepat sembuh ‘’Rani menjulurkan tangan untuk salim pada ibu.
‘’iya,nak terimaksih…hati-hati di jalan !’’ucap ibu pada Rani
“iya bu,Assalamu’alikum..”salm Rani
“Wa’alaikumsalm..”jawab ibu.
  Sesampainya di sekolah,Bilal sudah mebuat Rani emosi dengan cacian-cacian yang dilontarkan si mulut harimau Bilal.
‘’heh,apa yang kamu bawa agly? tumben kamu sendiri,biasanya kamu selalu sama si missis bossy ?’’  kata Bilal
Tanpa berfikir apa-apa langsung aku tinggalkan Bilal.
‘’kurang hajar,kamu Ran,awas kamu ya…pulang sekolah liat aja nanti!’’ teriak Bilal menantang
Sabar…sabar…Rani hanya bisa mengelus-eluskan dadanya dengan semua kata-kata yang diucapkan Bilal.
Sesampainya di kelas aku disambut dengan Fioal.
‘’Asslamu’alaikum..’’kata Fiola dengan senyumannya.
‘’Wa’alaikumsalam..”jawabku dengan membalas senyuman Fiola.
‘’Kamu gak sama Ira?”tanya Fiola
‘’Kata ibunya sih,dia lagi sakit,sekarang juga aku bawa surat izinnya. ‘’ jawab Rani heran melihat Fiola sebaik itu.
‘’Ran,aku perlu bicara sama kamu,ini penting,soal Ira ‘’ucap Fiola menarik tangan Rani menuju tempat duduk Fioal.
Tanpa ragu,Rani mengikuti jejak Fioal.
‘’sebenarnya ada apa sih ?’’ tanyaku penasaran
‘’sebelumnya,aku mau minta maaf,selama ini aku selalu jahat sma kamu dan Ira,kebaikan kemarin itu bener-bener ikhlas,gak ada rencana jahat yang mau aku lakuin sama kalian,aku bosan berteman dengan Bilal dan yang lainnya,aku baru sadar kalau perbuatan yang mereka lakukan itu semua negatif,aku sering dapet marah dari ibu,guru-guru di sekolah ngelaporin aku setiap aku berbuat salah,aku kapok !’’ kata Fioal merasa bersalah.
‘’iya,Fioal…aku maafin,bagi aku kamu udah berubah kaya gitu aku udah seneng banget !’’kata Rani dengan penuh maaf untuk Fioal
‘’Tapi,yang aku bingungin sekarang,bisa gak ya..kalau Ira maafin aku,aku takut..kayanya dia benci banget sama aku,kemarin aku disangaka yang ngambil penanya,padahal bukan aku..itu kerjaanya Bilal. Kamu mau bantu aku ? ‘’pinta Fiola ketakutan.
‘’iya deh,insyaAllah..tapi apa yang mau kamu lakuin ?’’kata Rani pada Fiola.
‘’gini,rencananya waktu istirahat aku mau ajak Bilal ke kantin,nanti waktu aku ke kantin kamu ke tempat Bilal,ambil penanya Ira di kotak pensil dia’’jelas Fiola.
‘’ok deh..sip !’’tegas Rani.
    Suara bel berbunyi memotong pelajaran bahasa Indonesia. Sekarang waktunya istirahat,dan sekarang juga waktunya beraksi mendapatkan kembali pena Ira.
‘’Fiola,sekarang kamu ajak Bilal ke kantin,pena biar aku yang ambil,kamu siap?’’ Rani member aba-aba pada Fioal.
‘’sipp..!’’ jawab Fiola penuh semangat.
Fiola mengajak Bilal ke kantin,sementara Rani menyari pena Ira yang berda dikotak pensil Bilal. Saat Rani sedang mengoprek tas Bilal,tiba-tiba..
‘’Heh,kamu lagi apa? Berani-beraninya kamu buka-buka tas Bilal.!’’sentak Faiq teman satu geng Bilal.
‘’Enggak,..aku Cuma mau nyari pena Ira yang hilang!’’jawab Rani gugup
“oh..jadi kamu nuduh Bilal yang nyuri pena Ira?jangan sembarang nuduh,deh!’’kata Faiq emosi
“Aku gak nuduh dia,tapi aku Cuma liat tadi dia pake pena yang mirip percis sama yang kaya punya aku!”jelas Rani pada Faiq.
“memang pena Ira kaya gimaa sih? Palingan juga murahan,pastinya juga banyak orang yang punya!”cemooh Faiq
“Pena itu gak murah,pena ini mahal,semahal kebahagiaan Ira sebagai sahabatku!” kata Rani sahabat yang baik.
Hati Faiq tersentuh ketika mendengar perkataa Rani tadi. Dia berlari menuju arah kantin.
‘’lho,Faiq kenapa ?ko dia malah pergi ?gawat..pasti dia mau ngadu keBilal!’’ Rani cemas.
   Sesampainya di kantin,Faiq menemui Bilal dan Fiola yang sedang bercanda gurau.
‘’Bilal, dimana pena Ira yang kamu ambil waktu itu ?’’tanya Faiq menyentak.
“lho,Faiq kamu ngomong apa? Aku gak ngambil pena Ira.!”kata Bilal ketakutan
‘’sekarang kamu bilang gak ngambil,terus ngapain kamu suruh aku jagain kelas biar  Rani sama Ira gak liat kamu ngambil pena Ira ? ‘’
‘’Faiq, apa-apaan kamu ngomong gitu ? ‘’
‘’udah deh,Bilal mending sekarang kamu jujur aja..aku udah gak mau ikut-ikutan sama orang yang selalu buat licik sama kamu !’’kata Faiq mengancam
‘’iya,aku jujur….memang aku yang ngambil pna Ira,aku Cuma mau Ira sama Rani jadi temen kita.. !’’ kata-kata jujur Bilal membuat Faiq dan Fiola ersenyum.
‘’oh..jadi selma ini kamu jahat sama mereka hanya ingin mereka menjadi teman kita ? kamu kenapa gak ngomong baik-baik aja sama mereka,pastinya kalau kamu ngomong baik-baik mereka mau jadi teman kita,malah mungkin kita bisa jadi sahabat merka ! ‘’ jelas Fiola pada Bilal.
   ‘’iya,sih..tapi aku gengsi dong,kalau ngomong gitu sama mereka ?’’ucap Bilal
Saat Fiola,Faiq,dan Bilal sedang tertawa karna ucapan Bilal tadi,Rani datang menghampiri.
Rani berpikiran negatif tentang mereka,dia berpikir kalau selama ini Fiola baik pada Rani dan Ira hanya permainan  dan jebakan saja.
   ‘’Fiola,jadi gini ya..kamu berusaha buat nyari pena Ira,Cuma mau cari alesan doang ? sekarang kamu bisa seneng-seneng sama temen-temen kamu. Sementara Ira,dia kehilangan penanya ? ‘’kata Rani ceroboh.
   ‘’bentar Rani,Fiola itu tertawa karna ada hal yang mungkin juga bisa membuatmu tertawa ‘’ kata Faiq membela.
   ‘’jadi gini Ran,memang Bilal yang mengambil pena Ira,dia itu punya alesan kenapa dia berbuat kaya gitu..dia Cuma mau temenan aja sama kailan !’’jelas Fiola pada Rani
    ’’haha…jadi itu ? kenapa kamu gak bilang aja sama kita ? pastinya kalau kamu bilang kita juga mau ko’jadi temen kalian’’kata Rani sambil tertawa
    ‘’kata Bilal sih,dia gengsi !’’celetuk Fioala.
   ‘’fioala,kamu malu-maluin aja ! ‘’kata Bilal menundukan kepalanya.
   ’’kalau gitu..sepulang sekolah kia ke rumah Ira aja ?’’ajak Rani
   ’’boleh…’’jawab mereka kompak
   Jam pulang tiba,Rani,Fiola,Faiq,dan Bilalmenyempatkan pergi ke rumahku.
    ‘’Assalamu’alaikum’’ucap mereka kompak.
‘’Wa’alaikumsalam’’jawabku menuju ruang depan. Ku bukakan pintu. Saatku lihat ternyata Rani dengan geng yang aku benci selama ini.
‘’Rani,kamu ngpain kesini sama mereka ?’’tanyaku pada Rani
‘’gini,Ra,kita kesini mau ngomong sesuatu sama kamu. Kita boleh masukkan ?’’Jawab Rani
Aku mempersilahkan mereka masuk,keliatannya mereka kepanasan. Lalu aku ambilkan 3 gelas air dingin.
“Ra,gak usah repot-repot.”ucap Fiola
“udah,gak papa. Kalian mau ngomong apa?”
“gini,Ra,aku mau minta maaf kalau selama ini aku selalu jahat sama kamu,dan sebenarnya yang mengambil pena kamu itu bukan Fiola,tapi aku,aku lakuin itu karna kau mau punya sahabat kaya kamu dan Rani.! Aku bingung harus gimana”.
Bilal menatap Rani penuh dengan rasa malu dan bersalah.
’’udahlah…bagi aku,persahabatan kita lebih berarti dibanding pena biruku. ‘’ku lontarkan kata-kata tadi untuk persahabatn baru yang akan tumbuh menjadi indah.
‘’kita ?maksud kamu aku dan teman-temanku juga ? ‘’tanya Bilal
’’pasti,kita semua bersahabat….. ‘’ucapku sambil mengancungkan jempol.
‘’makasih banyak ya…kamu malah ngebalas kejahatankita dengan persahabatn. ! o’ya,ini pena kamu. ‘’ kata Bilal sambil mengembalikan penaku.
’’ok,lah..mending sekarang kalian bantu aku nyelesain cerpenku yang aku mau kirim ke Dar Mizan ! ‘’ pintaku dengan mengedipkan mata sebelah kiri.
   Persahabatan yang kita jalani sudah berlangsung 2 pekan. Saat aku dan sahabat-sahabatku sedang membicarakan tentang masa lalu kita dengan canda tawa,datang seseorang dengan motor orangenya berhenti di depan rumahku. Bapak itu adalah pak pos,dia mengirimkan bingkisan untukku. Karna cerpenku bisa diterima dan diterbitkan di buku Dar mizan !
Rasanya seperti mimpi,cerita perjalananku dengan sahabatku seperti akhir dari cerpen yang aku buat.
Alhamdulillah…semoga ini menjadi awal dimana aku menjadi penulis terkenal,amin.. J
 





  

  
           

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS



 Rihlah ke Bandung :)


hari senin,7 Mei 2012
siap-siap dari hari Ahad,berangkat dari rumah kira-kira jam 3 pagi. udara dingin banget seakan-akan nusuk sampai tulang :D
awalnya kumpul dulu di Mu'allimien. kira-kira jam 4 kita mulai perjalanan. shalat subuh di bus bersucinya juga tayamum.
di jalan penuh ceria,canda,tawa. kita rombongan 9-1 (claneOne),yang mayoritas pake baju kelas warna biru.. :)





tujuan pertama kita,yaiutu.. Sariater. sarah,arez,rodhita tanpa mikir panjang langsung jalan-jalan menikmati suasana di sana. naik flying fox,foto-foto di berbagai tempat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

AdFadheFaRah :)~our story~

bagi yang udah nginjek kelas 9 pasti bakalan milih buat ujian praktek seni (Musik,Tari,Drama,Dekorasi)  .. kebetulan sarah milih musik. Awalnya sarah mau tari,soalnya temen-temen putri "claneOne" pada milih tari.. tapi,dipikir-pikir lagi,yang namanya milih itu sesuai hati nurani. bukan karna ada banyak temen (hhee)
udah direncanain sebelumnya sarah mau sama temen putri(iis) buat nyanyi bareng. waktu lagi naggih uang modul. temen sarah (fajrin) manggil "sarah,kamu sekelompok sama saya". hah??.. dari pada mikir lama mending sarah bilang "iyya". selesai nagih uang modul,sarah nyamperin fajrin yang ada di meja guru (bu neti) pas diliat sarah,fajrin,fachry,gema satu kelompok! (lah,ko cuma aku sendiri putrinyaa? '',).. eh.. gak lama temen sarah (dhea) yang awalnya gak di musik pindah kemusik. "ibu.. dhea ke kelompok sarah ya.. soalnya sarah sendiri perempuannya" . bu neti ngizinin.. (yeyeye..).. oke.. sekarang kita nambah satu anggota (dhea).. hari itu juga (sabtu) kita ngerencanain buat latihan pulang sekolah. masih malu-malu awalnya.. sarah pikir di antara ketiga laki-laki (fajrin,fachry,gema) ada yang mau nyanyi juga,yang ada dibayangan sarah "masa sih.. di antara mereka mainin alat musik gitar? gak ada yang lain? sama dong suaranya?" itu sih.. pas sarah belum denger aslinya. ternyata ada rencana lain.. hhee.. oke fine, ini awal latihan kita. lagu yang kita bawain "sempurna" yang dipopulerin sama andra and the backbone. oiyaa.. kenapa kita milih lagu itu? soalnya.. fajrin sebelum dibuat kelompok dia udah nawarin sarah nyanyi lagu itu,eh.. dia suka dengerin sambil merem-merem kaya yang ngebayangin main gitar gitu(hehe.. lucu deh kalo liat ekspresinya),dia bilang"lagu ini gitarnya rumit,saya belajar dari waktu itu".. nah.. karna fajrin bilang gitu kita hargai ikhtiarnya :)
nah.. itu hari dimana kita pertama latihan. tempatnya di kelas,inget deh.. pas waktu itu sarah sama dhea masih malu-malu latihannya. kalau pintu kelas kebuka langsung cepet-cepet ditutup. hhhaa... :D
    waktu itu juga kita padet-padetnya jadwal bimbel..(maklumlah..kelas sembilan mau ujian) jadi,kita milih hari buat latihan. hari bimbel itu(senin,rabu,ahad) so.. kita latihan diwaktu kosong itu.. kalau mau latihan fajrin atau sarah yang ribet. kadang fajrin atau sarah ngasih tau lewat sms,ngomong langsung,pake kertas dilempar juga pernah. haha.. :D #lempar kertas?? (kalo dipikir-pikir memang konyool,tapi itulah kita!)
fajrin nii.. orang yang paling aktif ngasih tau,nanya,segala macem deeh.. kadang suka bilang gini "inget ya.. sarah ngikutin dhea yang pas sempurna ke tiga sama keempat"  kadang bosen sarah buat jawab "ya" padahal cuma jawab "ya".. tapi sarah seneng sama antusiasnya fajrin (jrin,jangan ngapuung^^).
   Nah.. sekarang sejarah diambilnya nama AdFaDheFaRah.. dirancang dikediaman fachry,tanggal dan waktunya forget.. pokoke.. awal mula pengen adanya nama kelompok itu sarah. sarah ambil binder,terus ditulis deh nama anggota :
  1.  Aditiya Gema
  2. Fachry Rizaldi
  3. Dea Nursyafa
  4. Fajrin Sazra
  5. Sarah Muthiah
   sarah nyoba nyingkatin nama semuanya,tapi berabe banget.. gak enak didenger. eh,fachry langsung punya ide "AdFaDheFaRah".. *ting yeah.. bagus!!
setuju semua.. :).
(nah.. itu sejarah singkatnya) sampai sekarang coret-coretan perumusan nama itu masih ada di binder,gak bakalan sarah ilangin,walau itu lecek. hhee.. malemnya sarah iseng-iseng ngegammabar kartun yang ada tanda tangan sama kesan mereka
     ada juga hambatannya loo.. :O
ada angin lewat,katanya boleh dua lagu.. wah.. fajrin nawarin lagu bondan,"yasudahlah". kayaknya dia gak ngeyakinin sarah sama dhea bisa ngeref,tapi buktinya kita bisa (bukan sombong loo.. ini fakta,hhee) ehh.. dia malah bilang"ih..perempuan"bisa ngeref". sarah sih ketawa aja.. "hahaha.. apa salahnya perempuan ngeref?". nah.. semenjak itu kita selang seling latihan lagu sempurna sama yasudahlah. (to the point). di antara kita ada yang nanya ke bu neti. katanya gak boleh dua lagu. gak tau hari apa,sarah sama dhea duduk di tangga baru depan kelas,fajrin duduk jongkok di depan kita,gema di atas anak tangga dari kita,fachry berdiri deket jendela ruangan yang dipake latihan drama. permasalahannya itu kita harus milih mana yang mau kita mainin "SEMPURNA atau YASUDAHLAH" sebenernya... kita apa aja fine.. tapi ada pendapat dari gema "kita kan masih muda,jadi harus yang semangat gitu.."(gema berpihak ke yasudahlah) "iya juga siih..bener". tapi ada juga yang kayaknya gak setuju gitu.. fachry sama fajrin sih mau-mau aja.. tapi yang permpuannya gak mau mutusin kalau itu jawabannya. "diambil dari akarnya aja. awalnya kita udah latihan sempurna. akarnya sempurna" kata fachry. memng,fahry gak bilang "sempurna aja" tapi kita tau maksudnya apa. nah.. disitu kita diem-dieman,fachry mondar-mandir,gema mainin gitar,fajrin tetep diposisi jongkoknya sambil mainin hp. diem-dieman gitu hampir ngabisi waktu lama. padahal..kalo dipikir-pikir mending waktunya buat latihan aja.
akhirnya,kita putusin buat milih lagi yasudahlah.. (yasudahlah..proses berfikirnya selesai. akhirnya pulang). tapii... waktu sarah udah nyampe rumah, ko mikir-mikir lagii... ada yang ngeganjal lagu yasudahlah. dhea juga sms.. dia sebenernya mau lagu sempurna aja.. waktu itu juga sarah sms (fajrin,fachry,gema) kalo lagunya mending sempurna aja..
balesan fachry sama fajrin sama "mau-mau aja" tapi gema gak bales smsnya. memang,gema suka susah buat disms,janrang dibales (mungkin punya kepentingan lain).
   hari berikutnya,entah latihan yang keberapa kali,disitu kita tentuin buat fokus sama lagu sempurna aja. situasi membaik,latihan mulai serius,hari sabtu harus dapet nilai pertama. gak serius-serius juga sihh.. kadang kalo lagi istirahat ga nyanyi sempura fachry,fajrin,gema suka mainin gitar sesuka hati mereka. dhea sama sarah juga suka nyanyi bebas.. kalo denger nyanyian di hp fajrin suka kita ikutin,kadang juga sarah dhea nyanyi fajrin ngiringin pake gitarnya.
   kassiaan deh sama mereka (fajrin,fachry,gema)kalo udah main gitar,tangannya suka panas,pada merah,parahnya lagi kalo fajrin suka item jarinya. fajrin main petikan bareng gema,fachry ngocok sendiri.(huhuhu.. perjuangan sobb :)). gak terfokus sama latihan aja siih.. kadang suka ngomongin anak-anak kelas,pengalaman,nilai-nilai (termasuk nilai try out).
bagi sarah pribadi itu penekatan sama mereka,soalnya dulu pas kelas delapan gak sekelas sama mereka(fajrin,fachry,dhea) jadi bisa lebih deket. kalau gema.. memang dari kelas tujuh sama delapannya sekelas. seneeng... banget bisa kenal mereka! berkesan banget kalo udah pulang sore(walau cape.. tapi rasanya gak sia-sia kalo pulang ke rumah)
   Sabtu pertama,penilaian pertama.
penyanyi udah siap,fajrin sama gitarnya udah siap,gema juag. tapi.. gitar fachry gak ada..!! kemana? haduuh.. ribet deh pas itu,ada hambatan. gitarnyan dipinjem sedangkan orang yang minjemnya belum dateng. kelompok kita udah dipanggil. tapi,untungnya ada kebijakan sedukit dari bu neti. kelompok qisthi,epul sama alan jadi duluan,sementara fachry sama gema balik ke rumah fachry buat ngambil gitar. kasssiaann.. gak lama mereka nyampe ke sekolah lagi,orang yang minjem gitarnya dateng. wadduuhh... (geleng-geleng kepala)
   tampil,badan gemeteran,tangan dingin. komentar penampilan pertama :
"padahal lagunya bagus,suaranya juga,tapi kamu gitarnya gak masuk(nunjuk ke fajrin). nambah bagus lagi kalo laki-lakinya juga ikut nyanyi kaya si fachry" . ohh.. itu kekurangannya.. siaapp!! kita akan memperbaiki!!
  penilain ke dua. musik dapet waktu yang terakhir,kita latihan dim kelas atas, waktu lagi latihan,senar gitar yang dimainin fajrin pegat!! (oh.. noo...) apa lagi hambatannya? hambatan penampilan pertama gitar yang dipenjemin,yang kedua senar gitar pecaat!! #huh..lemess deh.. takut nge down!
   tapi,Alhamdulillah bisa teratasi. karna waktunya gak cukup,yang belum kebagian nilai tampil dimkelas 9-3. what??
mau gak mau.. harus dijalanin. tapi alhamdulillah,nice:) gak dapet komentar dari bu neti cuma dapet kata "lolos" #hwaa... udah kaya di indonesian idol aja!(dapet golden ticket) . walau hayalan.. tapi itu kenyataan yang memuaskan!.
   puncak acara..
pagelaran seni dimulai,kelompok kita dapet waktu tampil yang pertama. hambatan sebelum tampil ada lagi,tapi bisa diatasi. sewaktu sambutan dari ketapel (Rodham),guru bid.study(bu neti),perwkln madrsh(Pa Syarif) kita udah siap-siap di belakang tirai hijau.. ngatur-ngatur miknya,segala macem.. tapi alhamdulillah lancar.. walau senar fajrin pecat pas ref terakhiir:) sama  lirik lagu yang gak pas sama gitarnya(tapi itu bukan masalah buat kita) :)



buat temen-temen :
Aditiya Gema
Fachry Rizaldi
Dea Nursyifa
Fajrin Sazra
maaf ya.. kalo ada yang kesinggung sama catatan ini :)
catatn ini hanya untuk nengenang perjuanga kita (hhee..:) ) semoga berkenan... ^^



  

                                                                                                                                

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

  
Pintu Kebahagiaan

  Pintu-pintu kebahagiaan, corak dan warna kesenangan, dan sumber –sumber kegenbiraan di dalm kehidupan seorang Muslim sangatlah banyak, hingga tak terhitung ,segala puji bagi Allah.
   Sebagi ontoh dalam peribadatan dan taqarrubkepada الله terda[pat kebahagiaan dan dan kesenangan.
   Di dalam pengatahuan dan pembelajaran terdapat kebahagiaan dan keni’matan.
   Di dalam pemberian bantuan dan pertolongan kepada manusia terdapat kegirangan dan keceriaan.
   Di dadam berdakwah kepada الله ,di dalam penyebaran kebaikan terdapat inti kebahagiaan.
   Bhkan di dalam senyuman seseorang di hadapan setiap orang yang ia temui terdap[at puncakkegembiraan dan keceriaan.
   Di dalam memikirkan ni’mat dan di dalam merenungi ciptaan الله  baik di langit maupun bumi, terdapat ibadah dan kebahagiaan.
   Jika demikian, karena alasanapa ia tidak bergenbira dalam setiap langkah kehdupannya?
   Kadang ada orang yang sengaja mengurung drinya di salah satu relung terkungkung…padahal ia mempunyai tempat yang sangat luas!
   Kadang ada yang berjalan di jalanan sempit, padahal ia memiliki jalan yang luas!
   Kadang ada yan menyiksa dirinya, padahal ia mampu menyayangi dirinya.
   Hal itu terjadi ketika ia menggantungkan kebahagiaan hanya pada satu hal, atau pada satu pekerjaan tertentu, atau hubungan tertentu.
   Dan ketika satu pintu tersebut tertutup atau ia kehilangan satu hal tersebut, atau ketika orang tersebut menghilang, seluruh kehidupannya berubahdrastis seratus delapan puluh derajat, hilanglah senyum dari bibirnya! Musnahlah semua kegebriraan dari hatinya ! Hilanglah semua keceriaan dari pribadinya!
   Bahkan kadang adayang sampai mengharapkan kematian , atau erusaha untuk menghilangkan kehidupan dari dirinya!
   Semua in… karena orang tersebut telah menggantungkan kehidupannya kepada satu hal duniawi saja.
   Dan ia menutupi mata dari beribu-ribu pintu kebaikan dan kebahagiaan di sekitarnya.
Tempat bergantung yang benar hanya kepada الله azza wajalla, yang mana setiap hatiharus mencintai-Nya dengan segenap jiwa raga,harus selalu tersambung dengan-Nya, harus takut kepada-Nya, harus mengharapkan-Nya,mengidamkan-Nya,dan berbaik sangka kepada-Nya. Oleh karena itu wahai saudaraku semuslim.. kuatkanlah jiwamu dengan hanya bergantung kepada yang benar, sertakanlah ia dalam setiap setap saat dan setiap nafas kehidupanmu. Nabi saw bersabda:
Ù…َÙ†ْ تَعَÙ„َّÙ‚َ Ø´َÙŠْئاً ÙˆُÙƒِّÙ„َ اِÙ„َÙŠْÙ‡ِ
“Barangsiapa bergantung kepada sesuatu makaia akan diserahkan kepadaNya”

(dikutipdari: buku Melejitkan Potensi Diri)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

cerpen
Dream zone 
karya :sarah muthi'a widad       
   Lampu merah saatnya aye beraksi,dengan suara aye yang lumayan merdu,sering aye nyanyiin lagu sindiran buat pejabat-pejabat yang duduk di kursi pemerintahan.
‘’Andaiku Gayus tambunan yang bisa pergi ke Bali. Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi. Lucunya di negri ini.. hukuman bisa dibeli tapi orang
Yang lemah,pasrah akan keadaan’’
   Nah…lagu yang tadi itu lagu favorit aye. Biasanye aye dapet uang dua kalilipet.Pokoke muantep dah.. kalau aye nyanyi ntu lagu orang-orang yang dengerin suara aye senyum-senyum kecil. Kagak tau kenape!! Karna suare aye merdu apa kebayang tu wajah si Gayus!!(hehehe.. becanda!)
   Eh..belon kenalan ni.. kenalin nama aye Gebyar Merdeka. Aye asli dari Betawi,babah aye ngasih nama aye Merdeka,supaya aye bisa ntu yang namanye merdekain ni Negara Indonesia. Tapi sekarang-sekarang ini aye baru sadar,Negara aye jauh dari kemerdekaan Negara laen yang ada di dunia. Walaupun aye kagak nerusin sekola,tapi aye paham betul dah,ame yang namenye kerja keras. Dari kecil aye udah dikasih bekel ama orangtua biar aye bisa kerjakeras ngedapetin apa yang aye pengen.
   Kepengen aye sih.. Cuma satu,pejabat-pejabat yang ade sekarang liat jeritan rakyat kecil kaya keluarga aye gini. Tapi aye salut ama orangtua aye. Walau hidup susah,orang tua aye selalu ngelarang aye ama dua ade aye sedih ama putus asa. ‘’Hidup itu jalani aja tong… kagak usah ngeluh,merdeka buat Gebyar Merdeka!!’’ nah..ntu kata-kata yang selalu aye inget ampe kapan pun yang babah aye kasih.
   Hm..hampir tiap sore sehabis ngamen aye sempetin ngaji di mushola sederhana,kapan lagi kesempatan ada pengajian buat rakyat kecil kaya kite-kite,mumpung kagak dipungut biaye..
   Pak Sodikin name guru ngajinye,biase anak-anak manggil pak Sodikin abah. Udah hampir tiga taun abah ngajarin ngaji kite-kite, selama ini juga abah belon pernah dapet bayaran atas jasa-jasanye ngajarin aye ama temen-temen. Palingan kalo ada yang mau ngasih karna punya rizki,tapi itu juga sering ditolak ama abah. Abah emang mulia. Aye pernah berfikir kalo pejabat-pejabat di Indonesia same ame abah. Kata abah Negara yang baldatun toyyibatun wa Robbun Ghoruf. Tau kagak artinye?? Ah..masa kagak tau,artinye Negara yang baik dan penuh dengan kemaafan Allah.
   Nah..kalo Negara kite kaya yang tadi entu,pasti InsyaAllah dijamin kagak bakal sering-sering musibah ngelanda Indonesia.
Sehabis ngaji biasanya aye ama temen-temen kumpul di markas. Perkumpulan pecinta Iwan Flas.Kita pade seneng ama Iwan Fals,soalnye banyak lagu-lagunye yang nyindir pemerintah.”Wakil Rakyat seharusnya merakyat
    Kadang juge,aye ama temen-temen ngibarin bendera merah putih,bendera kebangsaan Indonesia ye..walaupun agak kummel,yang penting buat nunjukin rasa  Nasionalisme. Gayanye…hormat,berdiri tegak hati aye penuh rasa kecintaan buat bangsa Indonesia. Bendera yang berkibar ama angin,ngibarin juge semangat aye. Hati yang bangkit. Biasanya anak perempuan yang nyanyi Indonesia Raya. Yang aye banggain,aye selalu jadi pemimpin upacaranye. Kadang-kadang ni,kalo ada oang tua lewat,ngeliat aksi kite pada,suka ikut-ikut hormat ke sang saka. Ini membuktikan,masyarakat kecil walau kagak diperhatiin ama pemerinah tapi jiwa Nasionalismenya selalu ade.

***
   Buat para orang tua,panen rejeki kalo udah mau pemilu. Banyak partai-partai yang ngambil hati-hati masyarakat kecil buat milih partai ama orang yang bersangkutan ngasih amplop-amplop kesetiap kepala keluarge.
   Nah..sekarang aye lagi panen juga,ngamen aye berhentiin dulu. Cari perhatian ama pejabat-pejabat yang datang ke kampung kumuh. Partai yang warna orange itu denger-denger mau renofasi mushola yang biasa aye tempatin ngaji. Aye bantu-bantu ngangkutin batu bata,semen,ama pasir. Lumayan,upahnya buat nambahin tabungan ama uang jajan. Sehari anak-anak yang ngebantuin dikasih upah Rp 10.000-,. Bagi kami uang segitu sangan membantu.apalagi buat makan kita sehari-hari.
   ‘’Saya berjanji,apabila telah menjadi anggota Legislatif,saya akan membangun kampong ini jadi makmur dan bersih!! Kalo begitu pilih saya…… saya untung kalian untung.’’
   Orang-orang bertepuk tangan. Hey.kalian pade,kenapa tepuk tangan?? Itu Cuma basa-base. Liat aja nanti kalo dia udah jadi anggota legislatif pasti lupe ame kalian pada!!
   Yah…orang-orang juga sebenarnya udah tau. Mereka Cuma ngambil simpati dari si calon legislatif biar dikasih amplop. Akh..dasar orang kampung,uang nomer satu!!
   ‘’Dik,nanti pakai kaos ini. Besok di Monas ada kampanye. Ini uang pakai bajunya!’’ salah satu dari pejabat itu memberikan kaos dan uang buat dipakai kampanye besok. Aye ama temen-temen sih..nerima aja,toh ada uang semua rebbess..
   Ternyata kalo jadi calon legislatif harus punya uang yang buanyak buat nyogok. Tapi nantinya kalo kagak jdi anggota legislatif tu orang banyak yang setres,gara-gara uangnya keburu habis buat kampanye.
Seharusnya kalao mau jadi aleg(Anggota Legislatif) harus tulus. Jangan pengen wenaknya aja. Janji-jani pada kagak dilaksanain. Gimana mau maju Negara ini?

***
   Andaikan aye jadi presiden. Kagak bakal masyarakat yang miskin. Aye bawa masyarakat kampong aye ke rumah gedong. Ngembangin ekonomi yang ada di Indonesia. Aye pengen Indonesia jadi Negara yang abah bilang. Negara ini bisa subur dah,hasil alam juga kagak habis. Aye mau tegas ama tangan-tangan jail yang sukanye nebang pohon secara liar. Mau ganti tu pejabat-pejabat yang masih korupsi.
   Aye sayang ama Negara ini. Hasil kampung banyak yang dinomer duain disbanding dari luar negri. Orang Indonesia sekarang udah kagak cinte ame produk sendiri. Padahal niye,hasil dari dagangannya entu buat ngesejahterain kite juga.
   Semua agama yang di Indonesia saling toleransi,kagak ada tuh,yang namenye musuh-musuhan. Pokoe lakum dinukum wa liyadin.
   Aye jadi presiden,semua warga Indonesia ngejaga lingkungan alam. Hey..warga Indonesia orang luar negri buanyak yang ngakuin Indonesia Negara yang kaye sumber daya alamnye. Malahanni,orang Jepang kepengen tukeran Negara ama Indonesia.
   Kagak ada lagi teroris,semua warga Indonesia rukun dah. Di sudut jalan bersih,kagak ade sampah yang berserakan. Allah lindungin negare kita.

***
   ‘’Ntong,ntong bangun lu.. ngiler berapa ember. Gera pake tukaos!!’’
   ‘’Eh,babah. Kagak ke Monas?”
   “ Gimana ke Monas. Lunye aje tidur mulu mau ditinggal sendiri di sini?”
   “kagak babah..”
   Lah,jadi tadi itu Cuma mimpi? Aye kira beneran. Hadoh,tapi nikmat ye tidur.
   Tapi nyatanye Negara ni masih aja kaya gini. Aye pandang tubuh aye yang dilapis baju kaos pengasihan ntu. Nempel wajah sicaleg. Kepala aye geleng-geleng.
   Sambil doa dalem hati
 “Ya Allah.. aye kepengen Negara aye makmur,sejahtera. Tapi kalo dipikir-pikir mana mungkin aye bisa jadi presiden? Lah aye Cuma lulusan SD berhenti di kelas 5 lagi. Waellah.. kagak apelah. Yang penting sekarang aye kudu jadi warga Negara yang baik. Menumbuhkan jiwa Nasionalisme!”
   Et,lupa ngasih tau, kata-kata aye yang keren ini walaupun aye kagak sekolah aye dapet dari abah ame sering baca majalah koran di pinggiran jalan. Lumayan lah.. aye masih semangat nyari ilmu walau keadaan tak mendukung. Toh,belajar dari manapun jadi ??

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

cerpen 1


 Salib Sang Nenek
karya: sarah muthi'ah widad
    Nek Sarti adalah seorang Kristen,suaminya yang telah tiada adalah tokoh gereja yang ada di Manado. Nek Sarti tinggal disebuah rumah sederhana yang ditinggalkan oleh anaknya yang sekarang sudah membuat keluarga baru di kota Jakarta. Nek sarti sudah sangat tua,dia menghidupi dirinya sendiri tanpa bantuan dari anaknya. Nek Sarti masih setia dengan agama keristennya. Kehidupannya sekarang sangatlah beda dengan kehidupan sebelumnya. Mencari uang dengan cara menjual jagung bakar setiap malam,kadang kali nek Sarti membersihkan rumah-rumah tetangga.
   Sudah hampir lima tahun,nek Sarti tinggal sendiri tanpa pendamping,akhirnya dia berniat pergi ke Jakarta menemui anaknya dan membuka lembaran baru untuk kehidupannya. Dia percaya bahwa Tuhan selau melindung dan menjaganya.
***
   Kehidupan di Jakarta sangatlah keras bagi seorang nenek tua renta. Berkeliling Jakarta untuk menemui sang anak.
Hari Minggu seperti biasa orang-orang Kristen menjalani ritual ke Gereja,begitu pula nek Sarti dia datang ke salah satu Gereja di Jakarta dan berharap bisa bertemu sang anak dengan kehendak Tuhan.
   “Nek,dari mana asalmu?”seseorang menyapanya
   “Saya dari Manado,saya ke Jakarta untuk mencari anak saya” jawab nek Sarti
   “Di mana anak nene tinggal?”
   “Saya tidak tau,yang jelas dia tinggal di Jakarta. Dia salah satu Pendeta di salah satu gereja besar di Jakarta.”
   “Siapa anakmu nek?”
   “Dia Carles Cristian”
   “Carles Cristian?” muka sang wanita cantik itu memucat
   “Kenapa kau nak? Ada apa denganmu?”
   “Carles Cristian,dia nama suamiku. Dia dari Manado. Apakah kau ibunya?”
   “Iya,s s saya ibu carles. Bisakah kau bantu aku untuk menemui dia?”
   “gak mungkin kau ibu Charles,penampilanmu sangatlah berbeda dengan seorang pejabat istri dari tokoh besar Gereja. Lagi pula Carles bilang kau sudah meninggal?”
   “Apakah anakku seperti itu? Tega dia bilang sekeji itu!! Sekarang juga kau antarkan aku untuk menemui dia!”
***
   Mobil melaju sangat hati-hati. Istri Carles,Qween Crishistus dan supirnya terlihat sangat bertanya-tanya dengan kehadiran nenek tua yang mengaku sebagai ibu Carles.
   “Apa kau benar istri Carles” nene angkat bicara saat Qween dan supirnya terdiam bisu.
   “ya,kau tidak tau karna Carles mengatakan kau sudah tiada dan tidak bisa menyaksikan pernikahan aku dengan dia. Sekarang kau hadir misterius.”
   “Aku memang sudah mempunyai jodoh untuk anakku. Tapi dia tidak mencintainya. Tapi aku sangat berharap dia bisa menikah dengan perempuan itu. Carles kabur dari rumah. Delapan tahun dia meninggalkanku,dua tahun setelah dia pergi ayahnya meninggalkan dunia,semua diakibatkan Carles tidak pulang,suamiku sangat khawatir dengan keadaannya. Pada saat saya ditinggal suami,ingin rasanya pergi ke Jakarta untuk menemui Carles. Tapi pada saat itu saya tidak mempunyai uang sepeserpun untuk pergi ke Jakarta.”
    Qween hanya terdiam mendengar kisah sang nenek yang juga ibu mertua.
Carles memang anak yang keras kepala.
***
   Smpai di rumah mewah,Qween turun dari mobil hadiah yang dia peoleh dari Carles.
   “Ini rumah kami” Qween mempersilahkan kepada nenek tua yang renta. Hati Qween tidak percaya,sekaligus kecewa dengan Carles suaminya.
   Nek Sarti duduk di sofa yang empuk. Datang seorang pemuda dengan gagah.
   “Sayang..aku pulang” Carles terkejut ketika melihat sosok nenek tua berada di rumahnya.
   “Dia ibumu,Carles!!”
   “Kau telah mengecewakan ibumu. Kau biarkan ibu tua renta ini hidup sendiri menjalani kehidupan di Jakarta yang keras baginya”
   “Apa maksudmu Qween?”
   “Aku ibumu Carles… aku ibumu. Enam tahun kau tinggalkan aku sendiri di Manado. Ayahmu meninggalkanku ketikau kau pergi.” Selang sang nenek bicara pada Carles.
   “Ibu?” Charles menatap Qween membuat dia agar percaya dengan perkataannya.
   “Tapi istriku,kamu percaya denganku kan? Ibuku sudah tiada!”
   Qween sudah percaya penuh dengan sang nenek sekaligur mertua dan ibu Carles.
   “Bila kau tidak mempercayai ibumu ini. Biar aku yang pergi dari rumah!”
   “Maafkan aku istriku,dia memang ibuku. Sebenarnya aku merasa bersalah telah meniggalkannya. Aku kecewa dengannya karna dia menjodohkan aku dengan wanita yang tidk aku cintai. Perempuan itu yang telah membunuh sahabatku Syitri,dia membunuh Syitri karna dia anggap Syitri kekasihku. Dia sangat mencintai aku dan selau berharap aku menjadi suaminya. Dia mencari jalan yang salah. Dia menghalalkan segara cara untuk mendapatkan cintaku.”
   Air mata sang nenek menetas. Penuh dengan penyesalan
   “Carles anakku,kaulah satu-satunya yang aku punya di dunia ini. Kau sangatlah berharga. Maafkanlah ibumu nak” nenek Sarti memohon penuh pada Carles.
***
   Carles membawa neneknya ke suatu tempat. Rumah yang lumayan mewah bagi nenek seorang yang tinggal.
   “Ibu,maafkan aku. Pasti kau mengerti keadaanku sekarang. Apa yag aku jalani sekarang. Kau tinggal di sini untuk sementara waktu. Uang untuk kehidupanmu akan aku kirim lewat pesuruhku tiap bulan.”
   Nek Sarti tidak bisa menolak. Asalkan dia sudah bertemu anaknya dan mendapatkan kenyamanan tinggal di Jakarta.
***
   “Ndok.. belikan gula di warung”
   “Iya Umi..”
Eh,hay semua.. namaku Aisyah Az-Zahza. Bunga cantik satu-satunya yang dimiliki Ummi dan abi begitulah katanya.
    Sudah hamir satu pecan ada tetangga baru,tapi aku belum tau siapa penghuninya. Banyak yang bilang teroris yang mau ngancurin komplek kami,tapi ada juga yang bilang dia nenek tua yang dibuang anaknya.
   Hah.. tapi aku tidak percaya sebelum melihat yang asli dengan mata kepalaku sendiri.
   Eit..aku lupa. Disuruh ummi beli gula.
Langkahku selau diperlahan kalau udah ngelewatin rumah misterius siapa penghuninya. Baru kali ini aku melihat di jendelanya ada seorang nenek tua yang batuk-batuk memegang sebuah buku tebal.
   Habis pulang beli gula aku lari secepat mungkin ke rumah. Jilbabku basah oleh keringat.
   “Ummi,ini gulannya. Ummi aku liat ada nenek tua di dalam rumah dekat rumah Sintia”
   “maksud kamu tetangga baru kita?”
   “iya mi,aku liat nenek itu kaya baca buku tebel”
   “Coba nani ummi kunjungin rumah itu sama ibu Sintia. Tidak anak juga ka nada tetangga baru belum dikunjungin?”
   Aku hanya mengangguk yang masih merasakan cape ketika lari tadi.
***
    “Ndok,tadi ummi ke rumah nenek tua itu. Namanya Sarti. Dia begitu ramah. Sepertinya dia berbeda agama dengan kita.”
   “Apa agama nek Sarti mi?”
   “Sepertinya Kristen”
   “Kenapa ummi tau dia Kristen?”
   “Ummi liat di rumahnya tergantung Salib besar,sekali. Di mejanya terdapat Injil”
   “Trus mi,sifat nenek itu menerima ummi sama ibu Santia yang pake jilbab gimana?”
   “Dia biasa saja. Orangnya ramah”
   Oh.. jadi nenek itu nek Sarti? Wah,wah.. aku jadi penasaran. Apalagi dia Kristen,rada takut juga sih dengernya merinding.
***
   “Anak cantik,mau kemana sayang?” pertama kalinya aku disapa nenek Sarti
   “Saya,saya mau ke sekolah nek.” Jawabku ada perasaan takut plus gugup.
   “Mari,nek..”
   “Iya,sayang”
   Wah,wah..ternyata benar kata Ummi,nek Sarti ramah. Tapi bagai manapun aku baru kali ini disapa orang yang beda agama. Aku serasa gimana… gitu. Padahl gak masalah sih,kalau dipikir-pikir.
***
   Semenjak nek Sarti menyapaku,dia sering sekali mengunjungi rumahku. Sepertinya dia tidak betah kalau hidupnya tanpa ada campur tangan orang lain. Dia kesepian.
   “Bu Ros,terus terang,saya sering mendengar anak ibu dan keluarga ini membaca lantunan Al-Qur’an. Hati saya merasa tidak kesepian. Setelah saya berfikir panjang,saya memutuskan untuk memeluk agama Islam.” Tekad nek Sarti untuk meninggalkan agamanya yang selama enam puluh tiga tahun yang dia peluk.
   “nenek bener mau masuk Islam? Saya panggil Pak Ustad Buchory. Mungkin dia sedang mengajar ngaji di Masjid. Tunggu sebentar” kata abi yang wajahnya tergambar penuh haru. Sebenarnya tanpa pak ustad juga udah bisa. Cuma abi belum begitu faham jadi,takutnya salah pengertian dipanggil aja pak ustad Buchory.
   “Sebelumnya saya kasih sedikit pemahaman. Rukun Islam ada lima perkara. Yang pertama Syahadat,Shalat,Puasa,Zakat,naik haji bila mampu” kata pak ustad.
   “Berarti sebelum saya masuk islam harus bersyadat”
Pak ustad tersenyum kecil yang meyakini.
  “Mungkin nenek bisa mengikuti saya.”
   Asyhaduallailaha illallah,Wa asyhadu anna Muhammadurasuliullah.
 “Alhamdulillah,perasaan saya menjadi damai,tentram,tidak merasa sendiri”
 “Ya nek,soalnya Allah udah masuk ke hati nenek. insyaAllah,nenek selalu ditemani Allah. Sehabis Syahadat shalat nek,bentar lagi isya. Nanti kita shalat bareng nek” kataku belaga sok tahu.(hehehe..memang begitukan?)
***
   Keluargaku menjadi saksi kemusliman nek Sarti. Nek Sarti berusaha untuk mengenakan jilbab. Hari demi hari aku jalani,dan nek Surti banyak menghabiskan waktunya dengan belajar Al-Qur’an dan memperdalam Islam.
   Suatu hari,tidak biasanya nek Surti tidak menjalankan aktivitasnya lari pagi dan menyapu halaman. Ummi memasak sup daging untuk nek Surti. Ummi silaturrahi ke rumah nek Surti. Awalnya ummi kira nek Surti sedang tertidur,pintu rumahnya tidak terkunci,tanp disengaja pintu kayu terbuka,ummi masuk. Melihat nek Surti tertidur pulas. Salib yang awalnya digantung di tembok,oleh nek Surti disimpan dibawah yang tak tau akan diapakan lagi selanjutnya. Ummi melihat aliran darah dari mulut nek Surti. Darah itu terlihat oleh ummi karna alirannya membasahi salib nek Surti yang ummi lihat di bawah.
   “Astaghfirullah… nak Surti….” Ummi teriak menyaksikan yang sangat tragis yang menimpa nek Surti.
   Allah menakdirkan nek Surti untuk mengakhiri kehidupannya di dunia. Allah memanggil nek Surti agar dia bisa istirahat dengan tenang.
***
   Aku baru saja pulang sekolah,melihat kerumunan orang yang berada di rumah nek Surti. Bergegas aku lanfsung menghampiri abi yang sedang sibuk berbincang dengan pak ustad Buchory.
   “Bi,ada apa ini?”
   “Nek Surti ndok.. nek Surti meninggal”
   “Innanillahi.. nek Surti!!”
Aku lari ke tempat ummi mengurusi jenazah nek Surti. Ummi langsung memelukku. Dia mencium keningku,sambil member saputangan dengan sepucuk surat.
   Untuk gadis cantik,tetanggaku.
Hatimu begitu mulia cu,berkat dirimu hidupku lebih berarti. Simpan sapu tangan ini untuk kenang-kenanganku untukmu,Aisyah Az-Zahra.
   Tetes demi tetes air mata jatuh dari kelopak mataku.
Hatiku berdo’a. ya Allah.. berilah nek Surti tempat yang layak di sisiMu. Terimalah keIslamannya. Terimalah amal ibadahnya.
   Nek surti,terimakasih saputangan indahmu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS